Jerawat Karena Makeup: Penyebab dan Cara Mencegahnya

Jerawat Karena Makeup: Penyebab dan Cara Mencegahnya

 

Makeup Bikin Jerawat? Ini yang Sebenarnya Terjadi

Banyak perempuan mengalami dilema yang sama: semakin sering pakai makeup, semakin banyak jerawat yang muncul. Lalu makeup dikurangi, kulit membaik. Makeup dipakai lagi, jerawat datang lagi.

Kalau ini terasa familiar, kamu tidak sendirian dan ini bukan berarti kamu harus berhenti pakai makeup selamanya.

Masalahnya bukan pada makeup itu sendiri, tapi pada cara memilih, memakai, dan membersihkannya. Ketika salah satu dari ketiganya tidak dilakukan dengan benar, kulit akan bereaksi dan jerawat adalah salah satu reaksi yang paling umum.

 

Apa Itu Acne Cosmetica?

Jerawat yang muncul akibat penggunaan produk kosmetik atau makeup dikenal dalam dunia dermatologi sebagai acne cosmetica - jenis jerawat yang terbentuk ketika bahan-bahan dalam produk kecantikan menyumbat pori-pori dan memicu peradangan.

Acne cosmetica umumnya muncul sebagai:

- Jerawat kecil-kecil yang tersebar merata

- Komedo putih atau hitam di area yang sering terkena makeup

- Benjolan kecil yang tidak terlalu meradang tapi muncul terus-menerus

- Paling sering di area dahi, pipi, dagu, dan rahang — area yang paling banyak terkena produk makeup

 

Penyebab Jerawat Akibat Makeup

1. Bahan Komedogenik dalam Produk

Tidak semua bahan dalam makeup aman untuk semua jenis kulit. Beberapa bahan tertentu bersifat komedogenik - artinya cenderung menyumbat pori-pori dan memicu pembentukan komedo serta jerawat.

Bahan komedogenik yang sering ditemukan dalam produk makeup:

- Lanolin dan turunannya

- Isopropyl myristate

- Coconut oil dalam konsentrasi tinggi

- Beberapa jenis silikon berat

- Algae extract tertentu

- Beberapa jenis pewarna sintetis

Penting untuk selalu mengecek kandungan produk sebelum membeli — terutama untuk kulit yang memang sudah rentan berjerawat.

2. Tidak Membersihkan Makeup dengan Tuntas

Ini adalah penyebab paling umum dan paling sering diabaikan. Sisa makeup yang tidak dibersihkan secara tuntas akan bercampur dengan sebum dan sel kulit mati, membentuk lapisan yang menyumbat pori-pori sepanjang malam. Kulit tidak bisa bernapas dan beregenerasi dengan baik, dan hasilnya: jerawat.

Yang sering terjadi:

- Hanya mencuci muka dengan face wash biasa tanpa makeup remover terlebih dahulu

- Menggunakan micellar water tapi tidak dilanjutkan dengan face wash

- Terlalu terburu-buru saat membersihkan wajah

- Lupa membersihkan area garis rambut dan sekitar rahang yang sering terlewat

3. Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit

Foundation untuk kulit kering yang dipakai di kulit berminyak, atau produk dengan kandungan minyak tinggi untuk kulit yang sudah acne-prone - kombinasi yang salah ini hampir pasti berujung pada jerawat.

Setiap jenis kulit membutuhkan formula yang berbeda:

- Kulit berminyak dan acne-prone: pilih produk berbasis air, oil-free, dan non-comedogenic

- Kulit kering: produk dengan kandungan moisturizing lebih tinggi

- Kulit kombinasi: perlu penyesuaian di area yang berbeda

4. Alat Makeup yang Jarang Dibersihkan

Kuas, beauty blender, dan spons makeup adalah sarang bakteri yang sempurna - lembap, tertutup, dan jarang dibersihkan.

Setiap kali digunakan, alat makeup menyerap sebum, sel kulit mati, dan sisa produk. Ketika dipakai kembali tanpa dibersihkan, semua itu berpindah langsung ke wajah. Bakteri yang menumpuk inilah yang kemudian memicu jerawat - terutama di area pipi yang paling sering terkena kuas.

5. Terlalu Sering Menyentuh Wajah Saat Touching Up

Kebiasaan menyentuh wajah untuk memperbaiki makeup - dengan jari langsung, tanpa alat — memindahkan bakteri dari tangan ke kulit yang sudah tertutup lapisan makeup. Kombinasi ini sangat efektif untuk memicu breakout.

6. Memakai Makeup Terlalu Lama

Kulit yang tertutup makeup selama 12 jam atau lebih tidak mendapatkan cukup waktu untuk bernapas dan beregenerasi. Produksi sebum yang terperangkap di balik lapisan makeup menciptakan lingkungan yang ideal bagi bakteri penyebab jerawat untuk berkembang biak.

 

Cara Mencegah Jerawat Akibat Makeup

1. Pilih Produk Berlabel Non-Comedogenic

Selalu cari label non-comedogenic atau oil-free saat memilih foundation, concealer, blush, atau primer — terutama jika kamu memiliki kulit berminyak atau acne-prone.

2. Double Cleansing Setiap Malam Tanpa Kecuali

Gunakan oil cleanser atau micellar water terlebih dahulu untuk melarutkan makeup, lalu lanjutkan dengan face wash berbasis air untuk membersihkan sisa kotoran. Jangan pernah tidur dengan makeup masih menempel di wajah.

3. Bersihkan Alat Makeup Secara Rutin

Cuci kuas minimal sekali seminggu menggunakan sabun khusus kuas atau sampo bayi. Beauty blender sebaiknya dibersihkan setiap setelah pemakaian dan diganti setiap 1-3 bulan sekali.

4. Gunakan Alat, Bukan Jari

Saat touching up, gunakan kuas atau spons bersih — bukan jari. Ini mengurangi risiko pemindahan bakteri dari tangan ke wajah secara signifikan.

5. Berikan Kulit Waktu untuk Bernapas

Sesekali, beri kulitmu hari tanpa makeup — terutama di hari libur atau saat di rumah. Ini memberi kesempatan kulit untuk beregenerasi dan pori-pori untuk membersihkan diri.

6. Perhatikan Tanggal Kedaluwarsa Produk

Produk makeup yang sudah kedaluwarsa atau sudah terlalu lama dibuka bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri. Perhatikan tanggal expired dan ganti produk secara berkala.

 

Kapan Harus ke Dokter Spesialis Kulit?

Jika jerawat akibat makeup sudah cukup parah, meradang, atau tidak membaik meski sudah mengganti produk dan memperbaiki rutinitas - ini saatnya konsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Dokter akan membantu mengidentifikasi bahan spesifik yang memicu reaksi pada kulitmu, memberikan penanganan yang tepat untuk jerawat yang sudah ada, serta merekomendasikan produk makeup yang aman sesuai jenis dan kondisi kulitmu.

Di Prossi Clinic, masalah jerawat akibat makeup ditangani secara komprehensif oleh dokter Sp.DVE — dari identifikasi pemicu hingga program perawatan yang dirancang personal sesuai kondisi kulitmu.

Konsultasikan kondisi kulitmu dengan dokter spesialis Prossi Clinic sekarang.

 

WhatsApp : http://wa.link/a324bc  

Instagram : @prossi.clinic @prossiclinic.dermatologist

 

Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi medis profesional. Konsultasikan kondisi kulitmu dengan dokter untuk penanganan yang tepat.