Jerawat Dipencet Malah Makin Besar? Penyebab, Risiko Infeksi, & Cara Mengatasi yang Aman

Jerawat Dipencet Malah Makin Besar? Penyebab, Risiko Infeksi, & Cara Mengatasi yang Aman

 

Banyak orang refleks memencet jerawat karena ingin cepat kempes. Tapi bukannya hilang, jerawat justru makin besar, merah, nyeri, bahkan bernanah. Kalau kamu pernah mengalami hal ini, kamu tidak sendirian.

Faktanya, memencet jerawat dengan cara yang salah bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko infeksi. Alih-alih sembuh, kulit justru butuh waktu lebih lama untuk pulih dan berisiko meninggalkan bekas.

Yuk pahami kenapa jerawat tidak boleh sembarangan dipencet dan bagaimana cara mengatasinya dengan aman.

 

Kenapa Jerawat Jadi Makin Besar Setelah Dipencet?

Jerawat terbentuk karena pori-pori tersumbat minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Saat dipencet, tekanan dari jari justru bisa mendorong kotoran dan bakteri masuk lebih dalam ke lapisan kulit.

Akibatnya:

- Peradangan makin parah

- Area kemerahan melebar

- Muncul bengkak dan nyeri

- Jerawat terlihat lebih besar dari sebelumnya

Bahkan, jerawat kecil bisa berubah menjadi jerawat batu atau bernanah.

 

Risiko Memencet Jerawat Sembarangan

Kebiasaan ini terlihat sepele, tapi dampaknya bisa cukup serius:

1. Infeksi bakteri

Tangan yang tidak steril membawa bakteri tambahan ke luka terbuka.

2. Bekas hitam (hiperpigmentasi)

Peradangan memicu produksi melanin berlebih sehingga meninggalkan noda gelap.

3. Bopeng atau scar

Kerusakan jaringan kulit bisa menimbulkan bekas permanen.

4. Penyembuhan lebih lama

Kulit yang dipencet justru butuh waktu lebih panjang untuk pulih dibanding jerawat yang dibiarkan sembuh alami.

 

Kapan Jerawat Boleh Dipencet?

Secara medis, tidak semua jerawat boleh dipencet.

Jerawat yang lebih aman diekstraksi biasanya:

- Sudah matang (ada whitehead jelas)

- Tidak merah atau meradang

- Dilakukan dengan alat steril dan teknik yang tepat

Sedangkan jerawat merah, nyeri, atau jerawat batu tidak boleh dipencet sama sekali.

 

Cara Mengatasi Jerawat Tanpa Dipencet

Daripada dipaksa keluar, lebih baik gunakan cara yang lebih aman:

1. Gunakan obat totol jerawat

Pilih kandungan seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, atau sulfur untuk membantu mengeringkan jerawat.

2. Kompres hangat

Membantu membuka pori dan mempercepat proses penyembuhan alami.

3. Jaga kebersihan wajah

Cuci muka 2x sehari dengan pembersih lembut.

4. Hindari menyentuh wajah

Tangan sering membawa bakteri dan minyak tambahan.

5. Lakukan perawatan profesional bila perlu

Untuk jerawat meradang atau berulang, perawatan medis seperti facial medis, peeling, atau terapi tertentu bisa membantu mempercepat perbaikan kulit.

 

Kebiasaan yang Sebaiknya Dihindari

Beberapa kebiasaan ini justru memperparah jerawat:

- Memencet dengan kuku

- Memakai alat tidak steril

- Terlalu sering ganti produk skincare

- Over-exfoliating

- Tidur tanpa membersihkan makeup

 

Menghentikan kebiasaan ini bisa membantu kulit lebih cepat membaik. Memencet jerawat memang terasa memuaskan sesaat, tapi risikonya jauh lebih besar daripada manfaatnya. Jerawat bisa makin meradang, terinfeksi, hingga meninggalkan bekas permanen.

Perawatan yang tepat dan sabar adalah kunci agar kulit sembuh tanpa bekas. Edukasi kesehatan kulit seperti ini juga menjadi bagian dari pendekatan perawatan menyeluruh yang diterapkan di Prossi Clinic, agar masalah kulit ditangani dengan cara yang aman dan tepat.